Blogger Kliwuluh -> Kekalahan telak Timnas Indonesia atas Malaysia 0-3 di final leg pertama Piala AFF di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Minggu (26/12) lalu mengundang komentar mantan pelatih Timnas U-19 Rudy William Keltjes.
Pria yang sekarang menangani PSMS Medan ini mengatakan, sebelum menghadapi Malaysia di leg pertama,pujian yang terlalu cepat diberikan kepada skuad berjuluk Pasukan Garuda—julukan timnas Indonesia—membuat pemain jadi over confident. ”Seharusnya Timnas lebih waspada dan berkonsentrasi menghadapi pertandingan leg pertama di Kuala Lumpur Malaysia. Pemain juga terlalu cepat dipuji sehingga over confident. Secara pribadi, saya tidak heran dengan kekalahan ini, euforianya terlalu cepat, jadinya pemain Timnas lupa pada tugas pokoknya,” ujarnya kepada SINDO kemarin. Tidak hanya itu,sebagai pelatih yang pernah menangani Timnas dia melihat, ketika harus bertanding dengan tim lain di luar negeri, ada rasa was-was yang selalu menjadi momok bagi performa pemain.
Itu pula yang menyebabkan Timnas lebih banyak mengantongi kekalahan dari pada kemenangan. ”Kalau dari pengalaman bertanding, pemain Timnas hebat jika bermain di Indonesia.Tapi kalau di luar, sudah ada was-was sehingga lebih banyak kalah dibanding menangnya,” kata pria yang pernah menangani klub-klub besar seperti Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya dan PSMS Medan itu. Di saat Timnas sedang berada pada kondisi yang tidak baik,Harimau Malaya—julukan untuk Timnas Malaysia menunjukkan semangat yang cukup tinggi. ”Fighting timnas Malaysia bagus.Mereka terlihat lebih hati-hati menghadapi Indonesia.Kekalahan 5-1 di penyisihan menjadi pelajaran.Yang tampak, kita (Timnas Indonesia) yang main jelek, padahal mereka (Timnas Malaysia) yang mainnya bagus dan memanfaatkan kelengahan pemain dengan baik,”sebutnya.
Namun menurut Rudy,lolosnya Christian Gonzales dkk ke babak final Piala AFF 2010 merupakan prestasiyangcukupbagus. Untukfinalleg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12) mendatang, skuad timnas harus bisa menginstropeksidiri.”Sudahloloske final sudah hebat,”ungkapnya. Jika ingin meraih kemenangan di GBK, seluruh skuad timnas harus lebih fokus menghadapi gaya permainan Malaysia yang dia prediksi akan mengusung pola defensif.” Malaysia akan main bertahan. Selain dukungan suporter yang bisa menjadi motivator,menurut saya pemain Timnas harus koreksi diri, bermain lebih lepas dan tidak terburu-buru melakukan serangan. Pemanfaatan bola dari kaki ke kaki lebih efektif.
Tidak seperti di leg pertama,mengandalkan umpan-umpan lambung.Hasil akhir urusan belakangan, yang penting harus lebih ngotot pressing,” pungkas kolektor aneka satwa terutama ayam bangkok itu. Sementara itu, mantan pelatih PSMS yang pernah menangani kiper Timnas Markus Haris Maulana ketika masih di PSMS tahun 2008 lalu,Mardiyanto menuturkan,kebobolan tiga gol ke gawang Indonesia bukan merupakan kesalahan Markus seluruhnya,sehingga tidak akan menurunkan mental penjaga gawang berkepala plontos itu. ”Tidak ada pengaruh saya rasa. Kesalahan itu bukan kesalahan kiper, melainkan kesalahan pemain belakang yang tidak siap mengawal bola. Menurut saya, mental Markus juga tidak akan turun gara-gara kejadian itu,”ujar pelatih yang saat ini menangani tim Pra PON Sumut bersama pelatih kepala Rudi Saari itu.
Dia menyatakan, tiga gol yang bersarang ke gawang Markus berasal dari lini kedua yang tidak bisa diantisipasi. ”Gol pertama, kedua dan ketiga kesalahan pemain Timnas. Setiap pemain lawan yang masuk tidak ada yang mengantisipasi. Markus tidak bisa dipersalahkan atas kondisi itu.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar